120 Stan Meriahkan di Pameran Inovasi Pati 2019 di Stadion Joyokusumo

https://cdn2.tstatic.net/jateng/foto/bank/images/pembukaan-pameran-inovasi-pati-2019-di-halaman-stadion-joyokusumo-pati.jpg

PATI – Pameran Inovasi Pati 2019 digelar di Halaman Stadion Joyokusumo Pati selama dua hari, yakni 19 dan 20 Juli 2019.

Pameran ini menampilkan hasil inovasi yang dilakukan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat umum di Kabupaten Pati.

Berbagai jenis inovasi ditampilkan dalam kegiatan yang sekaligus memperingati hari jadi ke-696 Kabupaten Pati dan HUT Ke-74 RI ini.

Mulai dari bidang pelayanan publik, teknologi informasi, teknologi pertanian, hingga inovasi pangan.

Kepala Bappeda Pati Pujo Winarno mengatakan, pameran inovasi tersebut diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari OPD, sekolah dan perguruan tinggi, klaster UMKM unggulan, perbankan-dunia usaha, Puskesmas, food truck, dan organisasi kepemudaan. Total ada 120 stan dalam pameran tersebut.

“Tujuan dari kegiatan ini ialah pembentukan laboratorium inovasi dalam rangka pengendalian inovasi dari OPD yang dilaksanakan melalui tahapan drum-up, diagnosa, desain, dan akhirnya display inovasi yang diselenggarakan hari ini,” ujar Pujo dalam acara pembukaan, Jumat (19/7/2019).

Selain itu, lanjut Pujo, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja ASN. mengakselerasi inovasi tata kelola pemerintahan serta upaya meningkatkan daya saing daerah.

Pujo menyebut, rangkaian kegiatan inovasi yang telah dilaksanakan di Kabupaten Pati ialah 148 buah aplikasi. Di dalamnya, inovasi di masyarakat yang tercatat ialah 44 aplikasi. Dalam pameran tersebut, inovasi-inovasi ini dipamerkan.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto menjelaskan, pameran ini tidak terselenggara secara instan. Melainkan merupakan rangkaian akhir dari MoU yang ditandatanganinya bersama Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia pada Desember 2019 lalu. MoU tersebut berisi tentang kerjasama penguatan kapasitas Pemkab Pati.

“Hari ini adalah tahapan display inovasi. Karena kami ingin masyarakat mendapat pelayanan di setiap bidang secara terbuka. Caranya, kita memberikan kesempatan bagi birokrasi untuk berinovasi. Bentuk inovasinya adalah aplikasi digital pelayanan publik yang diakui oleh LAN,” papar Haryanto.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Keluhkan Stabilitas Harga, Petani Diminta Tingkatkan Produksi Dengan Kualitas Baik

Sat Sep 21 , 2019
Share on Facebook Tweet it Share on Google Pin it Share it Email Pati Gembong – Lagi-lagi harga jual komoditas palawija menjadi keluhan para petani yang selalu merugi di setiap musim panen seperti halnya harga singkong (ubi kayu). Tapi di sisi lain, petani diminta untuk meningkatkan produksi ubi kayu dengan […]